Aku dari lingkungan yang terbuang wajahku kusam tubuhku tk rupawan, siapa aku untuk kau pandang. Sinar pagi hari tak sempat sampai dikasur tidur empukku tapi kau lebih dulu mengigatkanku. Siapa dirimu yang membuatku tk sanggup melupakanmu ?
Riuh suara angin membuat ku sadar aku baik-baik saja untuk sementara ini, walau sejenak saja ku bisa melupakanmu. Entahlah, untuk sekarang bayanganmu begitu akrab denganku. Badai hujan ditengah hutan pernah ku lalui tapi dirimu lebih menakutkan dari itu.
Suara kicauan burung peliharaan mereka berisik menganggu tidur pagiku yang semalaman telah bergadang memikirkanmu yang tak berkesudahan, hingga tubuhku lelah dengan semua ini.
Kulit pohon yang menjadi buku tulis saja tak mampu menuliskan dirimu sebenarnya. Kau begitu abstrak dan tak berupa membuatku penasaran akan dirimu sebenarnya.
Kita yang katanya terlalu bodoh untuk mengerti semua itu
Kita yang katanya pecundang hingga tak berani menghadapi itu
Kita yang katanya lemah karena terlalu mencemasi hal itu
Kita yang begitu takut akan masa depan hingga tak bisa menikmati masa sekarang dan memperbaiki hal-hal bodoh yang sekarang telah kita lakukan
Berubahlah untuk masa depanmu sendiri mereka tak akan peduli itu percayalah hanya dirimu sendiri yang sanggup melakukan itu
12 july
Ariyanto

