Jauh sekali waktu telah berlalu membawaku disini, dizaman yang dalam kebinggungan mencari jati diriku. Waktu begitu cepat berlalu meninggalkan banyak kenangan didalamnya. Kini aku kacau binggung apa yang akan aku lakukan saat ini, selain menatap masalalu menyesal dengan kebodohan yang telah kuperbuat dan kulakukan tapi apa dayaku waktu begitu kejam menululantahkan angan-anganku hingga membuatku terpuruk didalam ruangnya.
Begitu kejamkah waktu hingga ia tak dapat memaafkan kesalahanku dan mengulang kembali kesalahan-kesalahan yang telah ku perbuat hingga dapat kuperbaiki, bodohnya aku yang percaya dengan berjalannya waktu semua akan indah pada saatnya. Ternyata aku begitu naif percaya dengan sesuatu yang tidak dapat memberikanku keindahan yang panjang.
Sudahlah aku pun sudah muak denganmu waktu, kau terlalu egois untukku pertahankan, kau begitu jahat tak mau bersahabat denganku, kau hanya memihak mereka-mereka yang bahagia sedang aku yang terpuruk kau biarkan ia terpenjara dalam batin ini. Bait-bait kataku tak cukup banyak untuk membencimu, mungkin kau tak harus bersamaku, pergilah aku sudah bosan denganmu aku sudah muak dengan apa yang telah kau lakukan kepadaku, kau penipu kau menjerat diriku dengan angan bodohmu itu.
Aaaahhhhh, kesalku belum sudah ternyata jangan pergi dulu aku butuh teman untuk melepaskan kekesalanku tak apa-apa kau ada sebagai kebencianku terhadap kesalahanku dan kebodohanku ini, akan ku biarkan kau ada bersamaku walau itu mengenaskan untuk kau lihat. Tapi lihatlah aku ini yang kau besarkan dengan keegoisan dan kebencian terhadap apa-apa yang telah terjadi apa-apa yang telah kita jalani dan kita lewati. Waktu bisakah…bisakah …bisakah kau biarkan ini cepat berlalu dan tertinggal jauh dibelakangku jangan biarkan aku terlalu lama merasakan ini, aku telah lelah dan tidurku belum pulas dan tenang tolonglah aku, tolong aku menjadi manusia yang lebih kuat dan tabah agar kelak kau saksikan aku menjadi laki-laki yang mencintaimu waktu.
28 juni
Ariyanto

